Sabtu, 09 April 2011

Kredit Usaha Kecil

kredit adalah pemindahan dana kepada para peminjam untuk mendapatkan keuntungan atas jasa yang diberikan kepada peminjam, didasarkan pada kepercayaan kedua belah pihak dan berdasarkan persetujuan pinjam meminjam hutang atau pinjaman setelah jangka waktu tertentu bahkan dengan jumlah bunga yang telah ditetapkan atau disepakati.
Karena dalam pemberian kredit mengandung risiko, pihak koperasi harus aktif dalam memilih nasabah, yaitu dengan penilaian dari prinsip-prinsip dalam
pemberian kredit, yang menurut Kasmir (2003:91) terdiri dari:

1. Character / Watak
Character adalah sifat atau watak seseorang dalam hal ini calon debitur.
2. Capacity / Kemampuan
Capacity adalah kemampuan calon nasabah dalam membayar kredit yang dihubungkan dengan kemampuannya mengelola bisnis serta kemampuannya mencari laba. Sehingga pada akhirnya akan terlihat kemampuannya dalam mengembalikan kredit yang disalurkan.
3. Capital / Modal
Capital adalah sumber-sumber pembiayaan yang dimiliki nasabah terhadap usaha yang akan dibiayai oleh bank.
4. Collateral / Jaminan
Collateral merupakan jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik maupun nonfisik.
5. Condition of Economic / Kondisi Ekonomi
Dalam menilai kredit hendaknya juga dinilai kondisi ekonomi sekarang dan untuk masa yang akan datang sesuai sektor masing-masing.

Efektivitas adalah ukuran keberhasilan suatu kegiatan atau program yang dikaitkan dengan tujuan yang ditetapkan. Efektivitas sistem pemberian kredit berarti menciptakan suatu sistem pemberian kredit yang sehat dan teratur sehingga memperkecil risiko yang dihadapi perusahaan atas kredit yang disalurkannya.
Adapun studi empirik terdahulu yang mendukung terhadap penelitian yang akan dilakukan penulis antara lain:
Mida Siti Hamidah (2003), melakukan penelitian dengan menggunakan metode studi kasus pada Divisi Atelir PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Berdasarkan penelitiannya diperoleh hasil bahwa melalui penerapan pengendalian internal yang efektif berperan dalam menunjang efektivitas pembayaran gaji.
Lydia Ariessanta Wibowo (2004), melakukan studi kasus pada PT. Asia Paramita Indah Bandung. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa penerapan pengendalian internal yang memadai atas persediaan barang dagangan akan dapat menunjang efektivitas pengelolaan persediaan barang dagangan.
Mei Swan Marina (2004), melakukan studi kasus pada PT. Bentara Sinar Prima Bandung. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengendalian internal yang memadai berperan signifikan terhadap efektivitas upah dan gaji.
Bondan Djatnika (2004), melakukan penelitian dengan metode studi kasus pada CV. Mitra Usaha Abadi Bandung. Diperoleh hasil penelitian bahwa pengendalian internal penjualan kredit berperan positif dalam menunjang peningkatan pendapatan perusahaan.
Hiro Tugiman (2000), melakukan penelitian terhadap 102 BUMN/D. Hasil penelitian membuktikan secara kuantitatif pengaruh pengendalian internal dalam rangka pencapaian kinerja organisasi. Pengaruh pengendalian internal terhadap kinerja perusahaan menunjukkan angka yang paling besar bila dibandingkan dengan pengaruh manajer puncak, auditor internal, manajer produksi, dan manajer keuangan.
Penelitian yang akan dilakukan penulis menggunakan variabel independen yang sama dengan penelitian sebelumnya, yaitu penegendalian internal. Namun substansi dari penelitian yang akan penulis lakukan sangat berbeda dengan penelitian terdahulu. Perbedaan tersebut antara lain, dalam penelitian penulis:
1. Substansi penelitan menitik beratkan pada peranan pengendalian internal dalam menunjang efektivitas sistem pemberian kredit usaha kecil dan menengah
2. Penelitian menggunakan metode studi kasus pada koperasi simpan pinjam
Berdasarkan uraian di atas, penulis mengemukakan hipotesis sebagai berikut:
“Pengendalian internal yang memadai akan berperan dalam menunjang efektivitas sistem pemberian kredit usaha kecil dan menengah”.

1.6 Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil penelitian, diproses kemudian dianalisis serta diinterpretasikan dengan menggunakan teori yang ada.

1.6.1 Operasionalisasi Variabel
Sesuai dengan judul penelitian ini, maka pengujian dilakukan terhadap:
1. Variabel Independen (X)
Variabel Independen adalah suatu variabel yang keberadaannya tidak
dipengaruhi oleh variabel lain, variabel independen ini merupakan faktor
penyebab yang akan mempengaruhi variabel lain.
Dalam penelitian ini yang berfungsi sebagai variabel bebas adalah peranan pengendalian internal. Pengendalian internal menurut Mulyadi (2002:180) adalah:
“Pengendalian internal adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen, dan personil lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini (a) keandalan pelaporan keuangan, (b) efektivitas dan efisiensi operasi dan (c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku”.

Aspek yang diteliti dari peranan pengendalian internal adalah komponen pengendalian internal dan tujuan pengendalian internal.
2. Variable Dependen (Y)
Variabel dependen adalah variabel terikat yang keberadaannya merupakan sesuatu yang dipengaruhi oleh variabel independen. Efektivitas sistem pemberian kredit usaha kecil dan menengah diidentifikasikan sebagai variabel dependen.
Sistem pemberian kredit yang efektif diukur melalui tingkat kesesuaian pelaksanaan sistem pemberian kredit dengan indikator pelaksanaan sistem pemberian kredit yang efektif

Loan To Deposito

Yakinkan bahwa uang anda Dipercayakan kepada institusi Keuangan yang memiliki Tingkat LDR yang sehat?
Bagaimanakah rata-rata tingkat LDR di Perbankan termasuk BPR? Rata-rata di bawah 60%. Maksudnya hanya 60% dari dana tersebut Dapat tersalurkan ke sektor yang riil, seperti :

* Masyarakat umum
* Lembaga tertentu
* Pengusaha

Itu pun Dengan jaminan Tambahan berupa Barang tetap atau barang bergerak Yang tidak likuid ( tdk gampang dicairkan) Dan risiko macetnya (NPL) pun tinggi?

Sisa sebesar 40% di investasikan ke :

1. Sertifikat bank Indonesia (SBI) dengan suku bunga rata-rata 10% khusus untuk perbankan yang memberikan bunga simpanan dibawah suku bunga sbi.
2. Foreign Exchange (pasar uang) atau stock market (pasar modal) dengan tingkat spekulasi yang tinggi.
3. Ditempatkan pada bank asing di luar negeri sehingga apabila suatu lembaga keuangan memberikan suku bunga simpanan diatas suku bunga sbi berarti dana tersebut tidak disimpan di sbi tapi dipasar uang atau pasar modal, dan bisa juga dana tersebut ditempatkan pada bank asing di luar negeri sebab tidak mungkin bank akan memberikan bunga simpanan diatas suku bunga sbi apabila dana tersebut diinvestasikan oleh bank di SBI.

Fungsi LDR

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa LDR pada saat ini berfungsi sebagai indikator intermediasi perbankan. Begitu pentingnya arti LDR bagi perbankan maka angka LDR pada saat ini telah dijadikan persyaratan antara lain 1). Sebagai salah satu indikator penilaian tingkat kesehatan bank. 2). Sebagai salah satu indikator kriteria penilaian Bank Jangkar (LDR minimum 50%), 3). Sebagai faktor penentu besar-kecilnya GWM (Giro Wajib Minimum) sebuah bank.4). Sebagai salah satu persyaratan pemberian keringanan pajak bagi bank yang akan merger.
Begitu pentingnya arti angka LDR, maka pemberlakuannya pada seluruh bank sedapat mungkin diseragamkan. Maksudnya, jangan sampai ada pengecualian perhitungan LDR di antara perbankan.

Penggunaan Loan to Deposit Ratio

The loan to deposit ratio can be used by investors and internally by the company to determine the financial institutions short term viability. Rasio kredit terhadap deposit dapat digunakan oleh investor dan internal oleh perusahaan untuk menentukan kelangsungan hidup lembaga keuangan jangka pendek. Although many depositors may not be as concerned when a financial institution is insured, the loan to deposit ratio may be used to ensure that any money needed is immediately available. Meskipun banyak deposan mungkin tidak begitu peduli ketika lembaga keuangan diasuransikan, pinjaman untuk deposit ratio dapat digunakan untuk memastikan bahwa setiap uang yang dibutuhkan segera tersedia. Banking insurance companies may also find this ratio or some variation of it of use when underwriting the policy to determine insurability. perusahaan asuransi Banking juga dapat menemukan rasio ini atau beberapa variasi itu penggunaan ketika underwriting kebijakan untuk menentukan dipertanggungkan.

Likuiditas dan Kredit untuk Deposit Ratio

Loans in the numerator of the formula are investments or assets for a bank. Kredit dalam pembilang dari rumus adalah investasi atau aset bagi bank. Deposits in the denominator of the formula can be considered the same as debt as the individual depositors are essentially granting monies to the bank with a return equal to the deposit rates and that can be called upon at any time. Simpanan di penyebut dari rumus dapat dianggap sama dengan utang seperti para deposan individu pada dasarnya pemberian uang ke bank dengan kembali sama dengan suku bunga deposito dan yang dapat dipanggil setiap saat. In these respects, the loan to deposit ratio is similar to a liquidity ratio and debt ratio. Dalam hal ini, pinjaman untuk deposit ratio mirip dengan rasio likuiditas dan rasio utang.

Rabu, 06 April 2011

Tugas KLKP

nama : Sabrianto

kelas : 10208119

npm : 3ea13

Soal

- Atun ( Tabungan 10%, harian )

4/3 setor tunai Rp10.000.000

8/3 pinbuk debet Rp5.000000

18/3 pinbuk kredit deposito Rp4.000.000

25/3 pinbuk kredit tabungan joko Rp8.000.000

29/3 pinbuk debet giro tutik Rp20.000.000

30/3 pinbuk kredit cek 5.000.000

Tabungan (10%) deposito (12%) giro (8%) kas (10%) RR(8%) ER ( 4%0 Loan (100%) KUK (20%)

Siti


Karman

Cek tuan A Rp3 jt


Cek aniRp 5 jt

Cek TN B Rp4jt


Cek joko Rp6 jt

B/G PT.C Rp5 JT


Cek toni Rp8 jt

B/G PT D Rp5 jt


B/G PT X Rp12 jt

Nota kredit Rp10 jt


B/G PT Y Rp10 jt

Tolak

Cek Tn. B


Tolak

Cek joko

B/G PT D


B/G pt Y

Siti 1/3

Asset


Liabilitas

Kas Rp50 jt

R/K pd BI Rp70 Jt

Loan Rp400 jt

Securities Rp30 JT

Other asset Rp50 jt


Tabungan Rp150 jt

Giro Rp120 jt

Deposito Rp230 jt

Securities Rp50 jt

Capital Rp100 jt

Total Rp650 jt


Total Rp650 jt

Kasus :

1. Portifolio siti ¼

2. Bunga deposit dan kredit

3. Profit

4. Hasil kliring

*

Jawaban

31/3 Transaksi atun / rekap tabungan atun

4/3 10 jt debet kas

Kredit tabunagn atun Rp10.000.000

8/3 5 jt debet tabungan atun

Kredit giroo Rp5.000.000

18/3 4 jt debet deposito totok

Kredit tabungan atun Rp9.000.000

25/3 8 jt debet tabungan joko

Kredit tabngan atun Rp17.000.000

29/3 2 jt debet tabungan atun

Kredit giro tutik Rp15.000.000

30/3 5jt debet R/K pada BI

Kredit tabungan atun Rp20.000.000

Bunga :

8/3 10% x 8 -4 x 10.000.000 : 365 = Rp10.958,904

18/3 10% x 18 – 8 x 5.000.000 :365 = Rp13.698, 63

25/3 10% x 25 – 18 x 9.000.000 :365 = Rp17.260, 273

29/3 10% x 29 -25 x 17.000.000 : 365 = Rp118.630, 136

30/3 10% x 30 -29 x 15.000.000 : 365 =Rp 4.109, 58

31/3 10% x 31 -30 +1 x20.000.000 : 365 = 10.958,904

Total saldo atun = Rp75.616,42

20.000.000 (+)


20.075.616, 2

Tabungan tanggal 1/ 4 : 10% x 31 -1 +1 x 142 :365 = 21. 281.643, 81

Giro : 8% x 31 -1 +1 x 122 : 365 = 20.904. 547, 92

Deposito : 12% x 31 -1 + 1 x 226 :365 = 22.378.958,88

*

Hitung kliring

-3.000.000

-4.000.000

-6.000.000

-5.000.000

+10.000.000

(+)

+ 5.000.000

+ 6.000.000

+ 8.000.000

+ 12.000.000

- 10.000.000

(+)

+ 26.000.000

Siti ¼

A

Kas 59.822.575

R/K 5.600.000

Loan kas 57.600.000

KUK 14.400.000

Securitas 26.000.000

Other set 50.000.000


L

Tabungan 163.781.644

Giro 186.563.158

Deposito 378.378.959

Securitas

Capital 698.225.753

Total 213.442.575


Total 698.225.753

Senin, 07 Maret 2011

Bahasa Indonesia

BAB I. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Masalah

Semua orang pasti pernah berfikir, entah berfikir tentang kehidupannya dimasa mendatang, berfikir tentang orang yang di cintainya, atau pun berfikir tentang makanan apa yang akan ia makan hari ini. Proses berfikir inilah yang dinamakan penalaran atau dalam Bahasa Inggris disebut dengan reasoning. Proses Berfikir itu sendiri merupakan proses dimana manusia melakukan kegiatan pengumpulan data, fakta, informasi, dan kemudian menghubungkan antara data dan informasi tersebut untuk membuat keputusan. Sebelumnnya, saya mengatakan manusia karena hanya manusia sajalah sebagai makhluk hidup yang dapat melakukan proses penalaran. Walaupun hewan juga memiliki otak, tetapi hewan tidak memiliki akal sehingga hewan tidak bisa melakukan proses penalaran. Karena penalaran merupakan proses berfikir dari pengamaatan (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Penalaran itu sendiri sangat penting bagi manusia karena penalaraan dapat menentukan seberapa besar softskill yang ia punya.

1.2 Masalah

Menjelaskan tentang pengertian penalaran, metode dalam menalar, konsep dan symbol dalam penalaran, syarat – syarat kebenaran dalam penalaran, serta hukum – hukum dalam penalaran.

BAB II. Isi

2.1 Pengertian Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui

atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

2.2 Metode dalam Penalaran

Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif

Metode induktif

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.

Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.

Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

Metode deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

2.3 Konsep dan symbol dalam penalaran

Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.

Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.

2.4 Syarat – syarat kebenaran dalam penalaran

Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.

* Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
* Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.

2.5 Hukum – Hukum Penalaran

Sebelumnya perlu dipahami bahwa seuatu “yang benar” tidak sama dengan “yang logis”. Karena “yang benar” adalah proposisi dan “yang logis” adalah penalaran. Suatu proposisi dikatakan benar apabila ada kesesuaian antara subjek dan predikat, dan suatu penalaran dikatakan logis apabila mempunyai bentuk yang tepat, dan dasar penalaran itu salih.

Asumsi yang mengatakan dasar penalaran harus salih, maka hubungan kebenaran antara premis dan konklusi dapat dirumuskan dengan hukum-hukum berikut ini :

* Hukum pertama : Apabila premis benar, maka konklusi benar

contoh:

semua manusia akan mati

Budi adalah manusia

Jadi : Budi akan mati

disini, premis mayor dan minor benar, sehingga konklusi juga benar.

* Hukum kedua : Apabila konklusi salah, maka premis juga salah

contoh :

semua manusia terbuat dari tanah

malaikat adalah manusia

jadi : malaikat terbuat dari tanah

disini konklusi salah, karena pemisnya (keduanya atau salah satunya) pasti salah. Pada contoh diatas, premis mayor benar, sedangkan premis minor salah sehingga menyebabkan konklusi menjadi salah.

* Hukum ketiga : Apabila premis salah, konklusi dapat benar dapat salah

contoh :

semua hewan mamalia betelur

ayam itu hewan mamalia

jadi : ayam bertelur

disini kedua premis salah tetapi konklusi yang diambil benar. Untuk premis salah maka konklusi salah dapat dilihat pada contoh di atas.

* Hukum keempat : Konklusi benar, premis dapat salah dapat benar

untuk contoh konkusi benar, premis salah dapat dilihat pada contoh di atas, dan untuk contoh premis benar, konklusi benar dapat dilihat pada contoh pertama.

BAB III. Kesimpulan

Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.

Selasa, 01 Maret 2011

Komputer Lembaga Keuangan

Dalam dunia keuangan pasti ada perusahaan yang mengalami surplus(A) dan minus(B).Pada saat perusahaan A ingin meminjamkan hasil usahanya kepada perusahaan B pasti perusahaan A akan memberikan bunga kepada perusahaan B.Sebelum perusahaan B meminjam modal usaha harus saling mengenal terlebih dahulu,setelah saling mengenal hal perlu di perhatikan adalah ada uangnya.Tetapi sekarang ada lembaga yg menghubungkan antara perusahaan A n B yaitu Bank.Peran Bank dalam hal ini adalah meminjamkan modal kepada perusahaan B.dengan kata lain perusahaan harus membayar bunga sebesar i.Sedangkan Bank memperoleh dana tersebut dari Perusahaan A yang menyimpan uangnya ke Bank dengan kata lain dapat memperoleh bunga.Bunga yg di berikan kepada Perusahaan B pastinya lebih besar dari perusahaan A.Di sini Bank juga berpikir klo perusahaan B kabur bagaimana dia dapat mengembalikannya kepada ke perusahaan A.Caranya adalah dengan membuat asuransi.Pihak asuransi dapat memberikan uang yg di pinjamkan kepada perusahaan B apabila dia kabur dengan syarat harus membayar dana setiap jangka waktu yang di tentukan.cara tersebut di namakan transfer of risk.Sekarang Bank ingin memberikan pinjaman lagi kepada nasabah lain misalnya dengan memberikan motor dengan cara membayar cicilan setiap jangka waktu yang di tentukan sebesar 12%,cara ini yang di sebut leasing.Bank juga dapat melalui pihak asuransi untuk mencari nasabah yang ingin menyicil motor dah di berikan bunga sebesar 10%.Selisih Bunga yang di berikan pihak bank ke asuransi dengan pihak asuransi kepada nasabah di sebut interest spread.Bank juga dapat memberikan pinjaman kepada nasabahnya dengan syarat harus mengembalikannya dengan cicilan yang di sebut kartu kredit.Perusahaan A dapat memberikan pinjaman kepada perusahaan B secara langsung akan tetapi bunga yang harus di bayar pasti akan lebih besar.Bunga yang di berikan dapat melalui pasar modal(bursa efek).Dalam pasar modal terdapat yang namanya saham dan obligasi.surat saham dapat berupa dividen dan capital gain,sedangkan obigasi dapat berupa diskonto.

Jumat, 26 November 2010

Perilaku Konsumen Segmentasi

1. Demografi
a. Umur :30
b. Jenis Kelamin :Laki-laki
c. Pendapatan :3jt/bulan(kelas menengah)
d. Status perkawinan : Sudah Menikah
e. Pendidikan : S1
f. Pekerjaan :Wiraswasta

2. Perilaku Konsumen
a. Manfaat yang di cari :Mendapatkan sesuatu yang berguna dan bermanfaat untuk jangka waktu pendek maupun menengah
b. Kesetiaan merek :Memilih suatu barang yang berguna untuk memaksimalkan kebutuhannya dalam kehidupan sehari-hari
c. Tingkat penggunaan :Jika barang tersebut dapat menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari maka tingkat penggunaan tidak akan menurun melainkan meningkat
d. Alasan pembeli :Supaya mendapatkan yg dapat memuaskannya dan bermanfaat
e. Pengaruh : Dari mulut ke mulut sehingga timbul keinginan untuk mencobanya

3. Karakteristik
a. Kebutuhan akan kesadaran :Membeli barang karna keinginan untuk memenuthi semua kebutuhan hidupnya
b. Toleransi terhadap keseimbangan :membeli barang agar dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pokok dan kebutuhan biasa
c. Kecenderungan mengambil resiko:Berani mengambil resiko agar dapat mengetahui manfaat dari barang yang di beli

4. Budaya
a. Adat istiadat :membeli barang menurut adat istiadat yang berlaku di daerahnya
b. Kebiasaan :Rasa ingin membeli barang berkali-kali karna kebiasaan/ketagihan
c. Norma :membeli barang yang sudah sesuai dengan norma-norma yang berlaku di daerahnya
d. Nilai :Membeli barang untuk mengetahui nilai dari barang tersebut

Selasa, 02 November 2010

perilaku konsumen

1.@Saya pergi k mal dan melihat sebuah jam tangan.saya ingin membelinya tetapi saya berpikir terlebih dahulu apakah jam tangan ini sali/tidak.Pastinya saya ingin mengetahui bagaimana cara mengetahui jam merek asli/tidak.
@Saya pergi k pasar dan ingin membeli perhiasan.tapi saya berpikir apakah harga emas untuk masa yg akan datangnya akan naik/turun.
@Saya pergi k tmpt sufenir dan melihat sebua lukisan bagus yg d buat oleh seniman ternama.tapi saya jg berpikir klo saya membelinya apakah lukisan itu dapat memperindah rumah saya

2.@saya membeli makanan d sebuah restaurant.dsn saya membeli makanan yg belum pernha saya coba.sehingga klo saya ingin mencobanya kembali saya sudah tau rasanya.
@saya membeli dompet dan saya ingin sekali" memaki dompet dengan kulitas bagus.sehingga klo saya membeli dengan merek yg sama saya sudah tau kualitas merek ini bagus/tidak.
@Ketika saya membeli sebuah patung saya ingin sekali" menghiasi ruang tamu saya dengan patung.sehingga klo rumah tamu saya tidak cocok/bagus dengan hiasan patung saya sudah tau.

3. @Saya mempunyai tetangga yg baru saja membeli sebuah hp baru saya ingin sekali membelinya supaya saya tidak kalah saing dengan tetangga saya.
@Saya melihat adik saya d belikan mainan game terbaru oleh orang tua saya.otomatis saya tidak ingin kalah dengan adk saya sendiri.sehingga saya pasti mempunyai keinginan membeli mainan yang lebih bagus dari adik saya.
@Saya melihat teman saya memakai sepatu bagus.saya meminta orang tua saya untuk membelian merek sepatu yang bagusnya tidak kalah saing dengan teman saya.